Membangun Karakter Menarik - Kamado Tanjirou

Analisis Karakter



Artikel ini masih berhubungan dengan terbitan sebelumnya, untuk membaca artikel sebelumnya kalian bisa membacanya di sini.

Musim lalu kita disuguhkan pada beberapa anime – anime ikonik dan paling ditunggu-tunggu pecinta anime. Mulai dari adanya Dr. Stone, Attack on Titan, Boku no Hero Academia, dan banyak lagi. Salah satu yang tidak kalah hits adalah Kimetsu no Yaiba. Sebuah serial anime yang diadaptasi oleh Ufotable dari manga dengan judul yang sama. Alur cerita yang unik, grafis yang memukau, dan background music yang mangaduk emosi, menjadikan Kimetsu no Yaiba digemari para pecinta anime. Pokoh/karakter dalam cerita tersebut juga memiliki peran yang signifikan dalam menarik atensi fans. Giyu dengan sifatnya yang tenang, nezuko dengan segala tingkah lakunya yang ‘kawaii’, zenitsu yang senantiasa berteriak, inosuke yang keras kepala dan kompetitif, serta banyak tokoh lainnya. Disini kita akan mencoba mengupas salah satu tokoh yang ikonik yaitu Kamado Tanjirou dan mengapa sih dia sangat melekat di hati para fans? Dengan mengupas Kamado Tanjirou dapat memotivasi dan menginspirasi kita dalam membangun karakter desain kita sendiri.

Pada artikel sebelumnya kita telah belajar mengenai tips membangun karakter desain yang menarik, olehkarenanya dalam mengupas Kamado Tanjirou, kita akan menggunakan tips-tips tersebut dalam memahami Kamado Tanjirou sebagai karakter yang menarik. Disini penulis tidak hendak mengupas dalam terkait profil Kamado Tanjirou, tetapi penulis lebih memfokuskan pada analisis sisi menarik Kamado Tanjirou berdasarkan kategorisasi tips yang telah kita susun sebelumnya. Tanpa panjang lebar, yuk kita simak bersama.

1. Kondisi Kamado Tanjiro saat awal debut

Pada Episode pertama kita sudah dikenalkan dengan Tanjirou. Tanjirou digambarkan sebagai sosok anak laki-laki yang mengabiskan sebagian besar waktunya untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia juga digambarkan sudah terbiasa melakukan hal tersebut, menuruni gunung dan melakukan barter di desa. Sebagai sosok laki-laki yang paling tua ia merasa bertanggungjawab setelah ayahnya meninggal. Ia sangat peduli dengan orang lain, baik itu keluarganya maupun orang lain. Kepeduliannya tumbuh karena ia mampu berempati dengan orang lain, tidak seperti empatinya orang dewasa, ia berempati sesuai dengan umurnya. Seperti ia menganggap orang lain kesepian, sedang sedih, kesakitan, dan lain sebagainya. Sangat lucu melihat dia berusaha berempati dengan giyu dan mengajaknya makan soba, padahal depresi giyu sudah hilang.

Sebagai seorang anak laki-laki ia juga digambarkan pekerja keras dan memiliki fisik yang kuat. Menuruni bukit di cuaca dingin dengan membawa batu bara bukan hal yang ringan, tetapi tanjirou tetap melakukannya tanpa berat hati. Ia bukan termasuk anak yang emosional, meski dalam situasi sulit, ia berusaha mengambil pilihan terbaik yang bisa ia lakukan. Contohnya ditengah ia melihat keluarganya terbunuh, ia langsung memeriksa satu persatu dan menemukan nezuko masih memiliki panas tubuh yang menurutnya masih bisa diselamatkan. Tanpa berlama – lama sedih melihat keluarganya terbujur kaku, ia langsung membawa nezuko menuruni gunung dan mencari dokter.

Dari narasi dan gambaran Tanjirou di awal awal episode, kita bisa mengenal bahwa Tanjirou adalah anak laki-laki yang memiliki sifat baik hati alamiah dan memiliki fisik serta tanggungjawab yang kuat. Hal semacam ini sebenarnya sangat umum ditemui di setiap serialisasi anime/manga yang berbasis action/adventure. Contohlah paling sederhana adalah Goku ketika masih kecil. Disini yang hendak penulis tekankan adalah karakteristik Tanjiro itu dalam episode awal digambarkan sangat kuat dan mendetail. Dari satu rangkaian peristiwa Tanjirou turun ke gunung dan kembali lagi kerumahnya dia, difokuskan pada kejadian – kejadian yang menunjukkan karakteristik Tanjirou, siapa sih dia? Bagaimana sifatnya? Bagaimana respon dia menghadapi fenomena yang menyakitkan baginya? Bagaimana pandangannya tentang kebahagiaan? Gambaran – gambaran ini sangat penting, dengannya kita memiliki pemahaman yang jelas terhadap Tanjirou dan bisa mengikuti alur berfikirnya.

Meskipun penggambaran yang detail merupakan salah satu keunggulan yang dapat membuat penonton tertarik, tetapi tidak harus seluruh karakteristik tokoh digambarkan di awal debutnya. Contohlah para Pillar, awal mereka debut, tidak diberikan gambaran yang mendetail terkait seluruh sifat mereka, tetapi ada salah satu karakteristik yang sudah ditonjolkan sejak awal mereka debut. Seperti Sanemi yang bisa kita lihat sebagai ‘Angry Boi’, sejak awal kemunculannya sifat itu sudah melekat dan konsisten yang ditonjolkan ketika ia debut adalah momen momen ia menjadi ‘angry boi’. Sehingga penggambaran yang terfokus pada sifat tertentu secara konsisten dan terus menerus memudahkan sebuah karakter melekat pada pembaca.

2. Keunggulan dan Kelemahan Kamado Tanjirou

Indra penciuman yang tajam, fisik yang kuat, dan kerja keras serta banyak hal lainnya yang langsung tergambar pada benak kita ketika kita mencari keunggulan Tanjirou. Kemampuannya mengikuti training yang diadakan Hashira serta kecakapannya membaca situasi menyelamatkannya berkali – kali dari situasi berbahaya. Meskipun ia memiliki potensi yang besar, sekali lagi ia hanya sebatas anak anak, daya tahan fisiknya terbatas, kemampuannya membaca peluang terbatas, dan masih bertingkah seperti anak anak. Harmoni kekuatan dan kelemahan ini digambarkan beriringan. Ketika ia berhadapan dengan Giyu, ia memiliki strategi yang cerdas dengan melempar kapak dan mengalihkan perhatian Giyu dengan harapan kapak bisa mengenai Giyu, namun perbedaan pengalaman dan refleks menjadikan strategi itu sia-sia. Ketika diingat kembali, pertarungan Tanjirou melawan Rui, saat pertama kali ia menggunakan Hinokami Kagura, ia langsung kehabisan tenaga setelah satu rangkaian tariannya selesai. Yang menarik dari sisi ini adalah deskripsi keunggulan dan kelemahan Tanjirou sangat proporsional dan digambarkan pada saat-saat yang tepat.

3. Background story Kamado Tanjirou

Tanjirou adalah anak yang bertanggungjawab, bekerja keras, memiliki fisik yang kuat, dan peduli dengan sesama bukan tanpa alasan yang jelas. Ia memiliki latar belakang yang sangat mendukung karakteristiknya ketika ia pertama kali debut. Dalam perkembangan cerita, kita disuguhkan profil keluarga Kamado yang merupakan keluarga pengumpul batu bara dan senantiasa melakukan tarian Hinokami Kagura setiap tahun baru selama sehari penuh. Pekerjaan pekerjaan tersebut bukan termasuk pekerjaan yang ringan, dengan ia selalu mengumpulkan batu bara dan barter di desa, ia membangun kekuatan fisik. Tarian Hinokami Kagura membentuk fleksibilitas tubuh dan ketahanan fisik. Dalam chapter terbaru kita tahu bahwa dalam menjalankan Hinokami Kagura ayahnya juga mengajari beberapa teknik pernafasan yang membantunya untuk menggunakan tenaga secara efisien. Disisi lain Hinokami Kagura melatihnya untuk fokus. Memahami hal ini kita bisa tahu mengapa Tanjirou bisa tahan terhadap tes Urodaki ketika mereka pertama kali bertemu. Dari pagi hingga sore, ia mengikuti Urodaki ke kediamannya dan malam harinya ia harus menuruni bukit dengan berbagai macam jebakan. Yang bisa kita pelajari dari penggambaran background story Tanjirou adalah Gotouge-sensei memfokuskan terlebih dahulu pada karakteristik masing masing tokoh, hingga pada titik dimana tokoh akan mendapatkan powerboost, ia mendapatkan background story. Hal ini memberikan efek bahwa powerboost tersebut adalah hal yang normal dengan melihat background story tokohnya.

Konklusi

Berdasarkan pemahaman kita terhadap Kamado Tanjirou, kita bisa mempelajari bahwa dalam membangun karakter yang menarik penyuguhan kondisi tokoh di awal kali mereka debut sangat penting. Yang perlu ditonjolkan dalam awal debut adalah salah satu atau beberapa karakteristik unik tokoh tersebut. Dalam memperkenalkan tokoh utama penjabaran beberapa sifat secara mendetail dan konsisten mampu membangun atensi dan rasa penasaran pembaca. Pada beberapa karakter lain, yang mungkin belum debut dalam durasi yang panjang bersama tokoh utama, dapat dimulai dengan menonjolkan satu sifatnya terlebih dahulu hingga membekas dalam benak pembaca, kemudian satu persatu sifat lainnya ditunjukkan. Hal ini akan memberikan efek kejut dan mudah membekas bagi pembaca. Perkembangan karakter Sanemi misalnya, yang semula kita mengenalnya sebagai ‘Angry Boi’ menjadi ‘Protective Brother’.

Olehkarenanya ketika kita hendak memunculkan tokoh dalam sebuah cerita, ada baiknya kita memilah terlebih dahulu karakteristik mana yang akan kita tonjolkan terlebih dahulu dan dengan menceritakan melalui sudut pandang mana dalam situasi apa saja. Pilihkan kondisi-kondisi yang sangat memungkinkan sifat/karakteristik tersebut muncul dan tonjolkanlah, dengan demikian pembaca lebih mudah memahami dan berempati dengan tokoh. Pemunculan keunggulan / kelemahan serta background story nantinya akan alamiah sendiri muncul ketika kita memilah karakteristik mana yang akan kita tonjolkan. Hal yang terpenting dalam memunculkan keunggulan / kelemahan adalah proporsi, berilah ia ruang bahwa ia bukan makhluk yang sempurna, ia memiliki keunggulan dan kelemahan. Background story akan lebih memberikan makna ketika kita sudah mampu membangun karakteristik tokoh dengan kuat pada cerita, ketika karakteristik belum kuat, bangunan background story belum menjadi hal yang penting bagi pembaca, karena mereka belum melihat efek background story dalam tokohnya. Terlebih ketika kita hendak membangun cerita yang sifatnya berseri.

Itu tadi sedikit ulasan mengenai Kamado Tanjirou dan karakteristiknya serta apa yang bisa kita pelajari dalam membangun karakter yang menarik. Tiga bagian yang belum kita bahas dalam artikel ini akan dibahas dalam artikel berikutnya. Semoga tipsnya membantu kita para penulis cerita atau karakter desainer dalam memunculkan tokoh cerita yang unik dan menarik.



See ya...

Penulis : MeraViola - Seseorang yang berusaha menulis untuk berbagi ide dan semoga dapat memberikan manfaat bagi pembaca. "I do not know everything, but I will Share Everything I Know"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berhadapan dengan Monster

Petani Kopi Bisa Apa

Pemula Tidak Bisa Membuat Makanan Lezat?