Menggambar seperti Profesional

Gambarku nggak rapi?

Teman-teman, ada nggak yang suka menggambar? Atau ada yang baru belajar menggambar? Bagi yang suka menggambar atau baru belajar menggambar baik secara tradisional maupun digital, pasti sering merasa, “Kok gambarku nggak rapi ya?”. Kadang-kadang hal itu menyurutkan semangat kita untuk menggambar. Tenang, tidak hanya teman-teman saja yang mengalami hal itu, para penggambar profesional lainnya juga sering mengalami hal itu.

Alasan tidak rapi

Menurut penulis, munculnya penilaian diri bahwa gambar kita tidak rapi disebabkan karena beberapa faktor. Faktor yang pertama bisa disebabkan karena dalam proses menggambar kita sering menggores berkali-kali ketika hendak membuat satu garis, biasanya ketika membentuk wajah atau rambut. Dalam proses sketsa, hal itu sangat membantu, tetapi dalam proses finishing, menggores berkali-kali akan memunculkan garis-garis yang samar yang mampu memberi kesan bahwa garis yang dibuat kurang tegas dan berantakan.

Faktor kedua disebabkan karena kurang seimbang dalam proporsi atau perspektif. Terkadang Mera menjumpai gambar yang Mera hasilkan bagian kirinya lebih besar daripada bagian kanan, atau orang yang berada di belakang terlihat lebih besar dari yang di depan, padahal Mera menginginkan tokoh-tokoh tersebut memiliki tinggi dan besar yang sama. Meskipun terkadang kita menggunakan garis bantu, tetapi tetap saja hasilnya kurang memuaskan.

Faktor yang ketiga adalah disebabkan karena gambar yang terlalu ramai dan kurang menonjolkan satu bagian khusus. Gambar yang demikian akan memberi kesan berantakan bagi penikmat gambar kita. Permasalahan ini sering dihadapi oleh orang-orang yang ingin menggambar lebih dari satu obyek dalam satu frame. Contohnya kita hendak menggambar orang yang sedang menjual mainan di taman. Alih-alih penikmat gambar kita terfokus pada orang yang sedang menjual, seringnya mereka akan terfokus pada hal lain, entah bentuk lampu, gambar orang yang sedang berkerumun, atau sekedar semak-belukar yang kita gambar untuk menunjukkan bahwa itu taman.

Bagamana agar gambar terlihat lebih rapi?

Sebenarnya tiga faktor penyebab gambar menjadi tidak rapi yang telah Mera bahas dapat diselesaikan dengan berlatih secara konsisten, mempelajari teknik proporsi dan perspektif, dan pengaturan angle dalam menggambar sehingga tidak terlihat ramai. Namun disini Mera hendak membagikan tips – tips yang lebih bersifat teknis dan mudah untuk diterapkan. Berikut tipsnya :

Confident Line

Salah satu yang membuat kita senantiasa menggores beberapa kali untuk menghasilkan satu garis adalah psikologi kita yang merasa bahwa satu goresan saja belum cukup untuk menghasilkan garis yang diinginkan. Hal ini disebabkan karena otot jari kita masih belum terbiasa untuk membentuk dan menggores garis tegas dengan sekali gores. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan berlatih menggambar bentuk-bentuk dasar secara berulang sampai muncul kepercayaan diri untuk membentuk garis yang diinginkan hanya sekali gores. Teknik ini disebagai confident line (garis percaya diri).

Triknya sederhana, sebelum memulai menggambar, siapkan dua sampai 3 kertas kosong, cukup ukuran A5, ukuran yang lebih besar lebih baik, namun akan memakan waktu sedikit lebih lama. Pada kertas pertama, gambar 1 garis lurus yang terdiri dari beberapa bagian tebal dan tipis. Caranya tarik garis perlahan ke bawah (untuk membentuk garis tipis) tak lama kemudian tekan (untuk membentuk garis tebal), tarik perlahan lagi lalu tekan. Begitu sampai bawah. Ulangi proses tersebut hingga satu kertas terisi penuh. Bisa menggunakan modifikasi berupa garis melengkung atau berkelok.

Kertas berikutnya gunakan untuk menggambar bentuk bola dengan cepat. Bentuk tantangannya adalah usahakan bola yang tergambar memiliki ukuran yang mirip. Jika ada kesalahan atau kurang sempurna dalam membentuk bola, abaikan, terus isi lembaran kertas tersebut dan lihat berapa banyak bola yang mirip yang berhasil kalian gambar.

Kertas terakhir gunakan untuk berlatih gambar-gambar yang agak rumit dalam satu goresan saja, seperti menggambar bunga, awan, tetesan air, dan sebagainya. Hal ini melatih otot jari kita untuk menerapkan kedua latihan sebelumnya dalam menghasilkan bentuk gambar tertentu.

Meskipun latihan ini tidak berkaitan langsung dengan proses menggambar, tetapi dengan melatih otot secara berkala dan teratur akan membantu menghilangkan kebiasaan menggores berkali-kali untuk membentuk satu garis. Hasilnya tentu sebuah gambar yang lebih rapi dari sebelumnya.

I Got You

Kata-kata “I got you” sering kita dengar ketika ada orang yang memahami sesuatu dari pesan samar yang diberikan oleh orang lain. Gambar kita bertindak sama seperti pesan, kita ingin agar orang yang melihatnya memahami apa yang kita gambar. Tips ini penulis munculkan bagi teman-teman yang sering bergelut dengan perspektif atau proporsi dalam menggambar. Ketika sudah jenuh memikirkan proporsi dan perspektif, lebih baik fokus pada pesan apa yang hendak dimunculkan pada gambar yang kita buat. Terkadang kita akan sedikit melenceng dari perspektif dan proporsi, namun selama itu mampu menyampaikan pesan dengan baik, maka tidak ada salahnya mengacaukan sedikit aturan perspektif dan proporsi.

Salah satu serial favorit penulis, Kimetsu no Yaiba, sering menampilkan gambar-gambar dan adegan yang sangat jauh dari aturan perspektif dan proporsi, namun hasilnya justru keren dan terasa pesan emosional yang dibangun dalam adegan gambar tersebut. Berikut penulis sajikan contoh gambar dalam Kimetsu no Yaiba :


Di sini butuh sedikit kepekaan dan latihan dalam mengacaukan aturan perspektif dan proporsi, karena ketika terlalu jauh dari aturan perspektif justru gambar kita tidak seimbang dan gagal dalam menyampaikan pesan. Mengamati style gambar yang "tidak biasa" bisa membantu kita untuk lebih mengenal dan peka kapan harus mengacaukan aturan perspektif.

The Red Dot


Ketika teman-teman melihat ilustrasi diatas, apa yang pertama kali menarik perhatian kalian? Yup, titik merah di sebelah kiri. Meskipun ada beberapa unsur dalam illustrasi tersebut, atensi kita akan terarah terlebih dahulu pada titik merahnya.

Hal ini bisa terjadi karena titik merah tersebut terlihat lebih mencolok daripada unsur yang lain. Ketika kita harus menggambar dengan beberapa obyek tertentu dalam satu frame, terkadang gambar kita menjadi terlihat berjejal dan berantakan. Tentu hal ini lah yang memunculkan kesan "tidak rapi" bagi siapapun yang melihat gambar kita. Dengan trik "red dot" ini, kita bisa mengolah persepsi orang yang melihat gambar kita untuk fokus pada bagian tertentu terlebih dahulu. Sehingga pesan utama dari gambar yang kita susun bisa tersampaikan dan tidak lagi memunculkan kesan yang berantakan.

Triknya adalah dengan memberikan ketebalan outline yang berbeda. Obyek utama yang hendak kita tonjolkan lebih baik memiliki outline yang lebih jelas daripada obyek pelengkap lainnya. Hal ini akan menambah kesan mencolok dan menarik atensi terlebih dahulu bagi para penikmat gambar kita. Trik kedua adalah memberikan warna-warna yang kontras atau memberikan detail yang lebih pada gambar yang ingin ditonjolkan juga mampu menumbuhkan atensi.

Trik ini sedikit sulit bagi yang baru pertama kali mencoba, tetapi menyenangkan untuk bereksperimen dengan trik ini. Upload atau bagi hasil gambar kalian kepada teman kalian dan lihat kesan pertama mereka, apakah kesan awal mereka terfokus pada gambar yang ditonjolkan. Ketika belum berhasil coba lagi bereksperimen. Ketika sudah berhasil, saatnya membiasakan teknik ini.

Konklusi

Untuk menghasilkan gambar yang rapi, tidak hanya dibutuhkan latihan dengan tekun dan konsisten. Namun diperlukan langkah cerdik dalam melakukan pengembangan. Untuk melatih kepercayaan diri dalam menggores, pemanasan dan pembiasaan menggambar bentuk-bentuk dasar dengan percaya diri akan meningkatkan hasil gambar yang lebih rapi dengan sangat signifikan. Selain itu untuk menghadapi kejenuhan dan motivasi dalam bergelut dengan perspektif dan proporsi, mengingat pesan utama yang ingin disampaikan dan berfokus pada pesan bisa meningkatkan semangat menggambar dan lebih memiliki nilai makna bagi pembaca. Dan terakhir dengan memanfaatkan teknik titik merah, kita bisa mempengaruhi persepsi penikmat gambar kita untuk lebih mengatensi sisi tertentu dari hasil gambar kita. Dengan ketiga trik tersebut, sangat mungkin kita dapat menghasilkan gambar yang rapi seperti seorang profesional.


Mera Viola


Berikut penulis cantumkan beberapa referensi ketika teman-teman ingin mendalami teknik mengembangkan kemampuan menggambar :


Teknik membentuk garis yang rapi : https://youtu.be/NBE-RTFkXDk

Metode saintifik meningkatkan kemampuan menggambar : https://youtu.be/VhG7DENh-uk

Aturan penting dalam berlatih menggambar : https://youtu.be/mio-_RyxOyQ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berhadapan dengan Monster

Petani Kopi Bisa Apa

Pemula Tidak Bisa Membuat Makanan Lezat?