Memanfaatkan Media Sosial untuk Meningkatkan Produktifitas

Produktif di Sosial Media

Seusai mengaduk coklat panas, merebahkan badan di sofa yang empuk dan nyaman, kita buka HP lalu berselancar ke berbagai sosial media. Setelah berselang 3 jam lebih, kita baru tersadar bahwa banyak waktu yang telah terlewatkan.

Sebenarnya tidak masalah kok kita bermain sosial media, namun ketika kita tidak mengatur alokasinya, kita akan sering kebablasan. Akibatnya banyak sekali pekerjaan yang tidak terselesaikan. Hayoo siapa yang masih memiliki kebiasaan ini? Yuk mulai sekarang kita ubah perilaku kita.

Mengapa perlu diubah?

Alasannya sederhana dan teman-teman pasti sudah mengetahuinya, yaitu waktu. Ya waktu! Manusia tiap harinya hanya memiliki waktu yang terbatas sebanyak 24 jam saja. Membuang waktu 5 menit, kita bisa ketinggalan jadwal kereta, 1 jam kita akan ketinggalan untuk mendengarkan podcast kesayangan kita, 3 jam kita akan kehilangan waktu untuk melatih hobi atau skill kita.

Yup! Intinya semakin banyak waktu yang terbuang untuk “bermain” sosial media, semakin banyak kesempatan upgrading yang kita lewatkan. Tetapi media sosial juga bisa loo kita gunakan untuk meningkatkan produktivitas kerja kita, yuk kita bahas!

Bagaimana cara Produktif di sosial media?

Sebelum bermain sosial media, tentukan tujuan kalian membuka sosial media terlebih dahulu. Hal ini akan menjadi pengingat kita untuk tidak berlebihan bersosial media. Contohnya ketika ingin refreshing di sosial media, beri batasan waktu dan disiplin.

Bangun dan ikuti komunitas, dengan mengikuti komunitas kita akan memperoleh informasi dari berbagai orang yang menekuni bidang yang sama. Kita juga bisa sharing pengalaman atau kesulitan yang kita hadapi. Upayakan untuk aktif, dengan membuka topik permasalahan atau memberi solusi. Dengan demikian kita juga akan mengasah skill kita. Adanya komunitas yang aktif membantu kita untuk terhindar dari konten-konten lain yang berpotensi mengalihkan perhatian kita.

Ikuti akun-akun yang berkaitan dengan kerja/skill teman-teman, teman-teman juga tetap boleh mengikuti akun yang sifatnya entertainment (tidak berhubungan dengan kerja/skill), namun upayakan tidak lebih dari 30% yaa. Sehingga melalui algoritmanya, sosial media akan lebih sering membagikan informasi yang terkait kerja/hobi/skill teman-teman.

Bangun relasi dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama. Di era digital, perkembangan informasi menjadi sangat penting, dengan memiliki banyak relasi, kita akan lebih mudah dan cepat mendapatkan informasi-informasi yang penting untuk kita. Tetapi harus diingat yaa, membangun relasi harus benar-benar tulus teman-teman ingin bekerja sama dengan mereka, karena kalau tidak akan berdampak buruk terhadap kepercayaan mereka pada teman-teman.

Konklusi

Sosial media itu ibaratnya pisau, jika digunakan dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik, tetapi jika tidak digunakan dengan baik akan mencelakakan penggunanya. Sosial media memiliki potensi untuk mengembangkan bakat/hobi/skill kita, tetapi juga berpotensi membuang banyak waktu kita.

Kesadaran terhadap tujuan bersosial media, membantu kita untuk disiplin dalam bersosial media. Membangun komunitas mempercepat proses belajar kita dan membangun relasi akan memudahkan kita untuk mendapatkan informasi-informasi atau kolaborasi penting bagi hobi/karir kita. 

Yuk mulai sekarang kita budayakan produktif bersosial media! Selain bermanfaat bagi pengambangan diri kita, tetapi juga bermanfaat untuk membangun ekosistem media sosial yang sehat.


-Mera Viola-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berhadapan dengan Monster

Petani Kopi Bisa Apa

Pemula Tidak Bisa Membuat Makanan Lezat?