Pekembangan Industri Animasi di Indonesia

Indonesia Bikin Anime, Apakah Bisa?


Siapa nih penggemar setia one piece? Yang setiap animenya muncul langsung download dan tidak skip opening dan endingnya. Sebagai penggemar One Piece, pasti tidak hanya dikejutkan dengan alur cerita dan petualangan yang memukau, tetapi juga fakta bahwa ada studio animasi indonesia yang turut berperan dalam produksi anime one piece ini.

Sebenarnya tidak hanya serial One Piece, pada beberapa serial anime lainnya juga muncul nama – nama studio animasi indonesia yang terlibat dalam pembuatan anime-anime jepang. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk pengembangan animasi di tanah air. Anak bangsa juga telah memproduksi sendiri animasi, salah satu yang sempat populer adalah animasi “Battle of Surabaya”. Hal ini membawa harapan baik terhadap industri animasi di Indonesia.

Namun ternyata tidak semudah itu, harapan berkembangnya industri animasi harus terbentur dengan beberapa faktor yang ada di masyarakat Indonesia. Berdasarkan pengamatan, penulis merangkum 4 faktor yang menjadi hambatan dalam pengambangan industri animasi di Indonesia. Yuk kita ulas satu persatu. 



Pandangan masyarakat terhadap seni dan animasi

Seni bagi masyarakat indonesia masih dipandang sebagai bagian dari hobi. Tidak terlepas ilustrasi dan seni animasi. Masyarakat masih belum menganggap seni dapat dijadikan sebagai karir yang menjanjikan, akibatnya tidak banyak orang yang berani menggeluti bidang animasi sebagai jalan karirnya atau membentuk komunitas yang solid untuk mendukung sesama kreator.

Kompleksnya industri animasi

Berbeda dengan dunia ilustrasi, animasi membutuhkan tim yang sangat besar. Mulai dari mengumpulkan animator, spesial effect, mekanik suara, pengarah naskah, dan berbagai bidang tim lainnya. Sehingga satu project anime membutuhkan modal yang sangat besar sekali dan membutuhkan waktu yang lama. Selain itu mereka harus bertaruh dan bersaing dengan film-film animasi internasional buatan disney atau anime-anime jepang. Hal ini menjadi tantangan yang sangat berat sekali bagi industri animasi indonesia.

Maraknya bajakan di Indonesia

Kesadaran menghargai karya dan mendukung karya orang lain di Indonesia masih minim, salah satu bentuknya adalah mudahnya mendapatkan bajakan-bajakan di Indonesia, baik itu bajakan film atau bajakan anime. Bagi Indonesia yang hendak memulai industri anime/animasi, tentu ini menjadi musuh yang sangat berat. Selain merugikan secara finansial, menumbuhkan ketakutan-ketakutan untuk membuat karya baru di masa yang akan datang.

Masyarakat terbiasa menonton animasi berkualitas tinggi

Siapa yang tidak kenal dengan studio ufotable, studio yang memproduksi anime Kimetsu no Yaiba beberapa musim lalu. Kita di suguhkan dengan gerakan yang halus, efek visual yang memukau, dan alunan musik yang indah. Tidak hanya studio ufotable saja, hampir setiap anime yang ditonton oleh masyarakat Indonesia memiliki kualitas yang sangat baik, entah dari segi musik, koreografinya, dan visual efeknya. Terbiasanya masyarakat dengan tontonan seperti ini membentuk standar dan permintaan yang tinggi terhadap animasi yang berkualitas baik untuk dijadikan tontonan mereka. Tentu ini memberikan tekanan tersendiri bagi kreator animasi indonesia untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Dibalik tangangan dan hambatan yang ada, ternyata kreator animasi indonesia tetap berusaha mengembangkan industri animasi melalui berbagai cara. Ada yang membuat cerita anak dengan model 3D, ada yang membuat cerita pendek yang seru dan menghibur, dan ada yang menggunakan model story telling. Salah satu kreator yang penulis suka adalah topi sihir animation, yang menggunakan platform youtube sebagai sarana publikasi hasil animasinya.

Konklusi

Industri animasi saat ini menghadapi tantangan yang sangat serius. Hal ini yang menghambat berkembangnya industri animasi, meskipun sebenarnya secara talenta dan potensi, kreator indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan industri animasi di Indonesia. Kesadaran masyarakat untuk senantiasa menghargai karya kreator lokal dan membangun komunitas yang solit mampu mendukung kreator indonesia untuk terus berkarya dan membuka peluang pengembangan industri animasi di Indonesia.

Akhir kata, yuk kita mulai mendukung karya anak bangsa. Memberikan masukan atau senantiasa menunggu karya kreator yang kita suka adalah suatu bentuk dukungan juga loo.

Sebelum diakhiri, penulis pingin kita saling sharing nih, siapa sih kreator animasi Indonesia idola kalian? Apakah MeraViola juga termasuk salah satunya? Share pendapat kalian di kolom komentar yaa. See Yaa


-Mera Viola-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berhadapan dengan Monster

Petani Kopi Bisa Apa

Pemula Tidak Bisa Membuat Makanan Lezat?