Perkembangan Teknologi Mengubah Cara Hidup Manusia

Teknologi Semakin Rumit

Sebagai orang yang tinggal di daerah pinggiran yang dekat degan kehidupan para petani, penulis merasa tenaga manusia lama-kelamaan semakin tidak digunakan lagi. Dalam kegiatan panen yang biasanya melibatkan puluhan orang untuk memanen padi, sekarang 3-4 orang saja sudah cukup untuk memanen seluruh sawah yang ada di desa.

Jika dibandingkan waktu yang dibutuhkan untuk memanen, 3-4 orang memanen dengan cara tradisional mungkin membutuhkan waktu satu hari penuh atau mugkin lebih untuk memanen sawah yang luasnya satu lapangan bola. Sekarang mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam, jadi lebih hemat waktu.

Dengan cara tradisional ada harga yang harus di bayar ketika ingin lebih cepat, membutuhkan SDM yang lebih banyak. Tetapi tidak hanya itu, SDM harus benar-benar berkualitas, dengan jaminan upah yang juga seimbang. Dahulu, upah para pekerja adalah bagi hasil dari gabah yang didapatkan sehingga jika memang hasil panen banyak maka upahnya juga akan mengkuti. Tapi lama-kelamaan praktik ini sudah jarang dilakukan, sepertinya sudah enggan untuk menghabiskan banyak tenaga berlama-lama.

Terlebih lagi, kehadiran teknologi membuat cara berpikir menjadi berubah. Jika kita bisa memanen lebih cepat dan tidak menghabiskan banyak tenaga kenapa harus melakukan sebaliknya. Pada dasarnya manusia akan mencari cara yang termudah. Kehadiran teknologi menghadirkan hal itu. Perubahan cara berpikir masyarakat terhadap hadirnya teknologi merupakan hal yang wajar, tetapi mengapa hal ini bisa terjadi?

Perkembangan 


 

Kehadiran teknologi membuat orang berpikir bahwa pekerjaan akan semakin mudah dengan memanfaatkan teknologi. Sebagian masyarakat mungkin ada yang memiliki pandangan bahwa adanya teknologi akan membuat lapangan pekerjaan semakin menurun. Tetapi pemilik usaha (dalam hal ini adalah pemilik sawah) juga perlu memanen sawahnya dengan cepat. Karena pemilik usaha jumlahnya juga banyak, maka suara untuk menolak teknologi hampir tidak ada.

Kemungkinan kedua, masyarakat taraf hidupnya semakin meningkat, enggan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan berat atau menguras tenaga. Sehingga pemilik usaha juga kesusahan untuk mencari tenaga yang bisa memanen sawah mereka. Tidak ada pilihan lain selain menggunakan teknologi.

Kemungkinan ketiga, masyarakat mungkin malas saja. Penyebabnya mugkin upahnya dianggap tidak sebanding dengan kelelahan yang ditimbulkan. Namun juga upah ditingkatkan maka pemilik usaha akan mengalami kerugian. 

 

Konklusi

Secara umum hadirnya teknologi mengubah beberapa aspek kehidupan manusia.

Manusia cenderung mengutamakan kemudahan, hasil banyak meskipun tenaga yang dibutuhkan cenderung lebih sedikit. Tetapi harga secara umum lebih kurang sama, misal uang yang harus diberikan sebagai biaya sewa mesin dan upah pekerja, fasilitas makan yang jadi tanggungan pemilik sawah.

Kecepatan dalam hal ini juga menjadi pertimbangan, karena mesin bekerja lebih efektif efisien masyarakat lebih memilih menggunakan mesin, selain memang pertimbangan lain yaitu mengejar musim taman selanjutnya. Jika mereka menggunakan cara tradisional,waktu tanam mereka juga akan lebih lama kerena menunggu proses panen yang agak lama.

Sehingga tidak ada pilihan lain, tidak/belum ada juga solusi yang ditawarkan selain pilihan menggunakan mesin. Teknologi (mesin) bisa menjawab masalah waktu, tenaga kerja/SDM yang sudah enggan/malas atau mungkin upah yang semakin mahal. Mungkin kalau para pemanen tradisional bisa menawarkan jasa yang lebih baik dari apa yang ditawarkan oleh penyewa mesin panen, misalnya dengan cara mengorganisasi dan menawarkan dengan jawa profesional, mereka akan tetap bisa bertahan.

Poinnya adalah, penerapan teknologi merupakan hasil dari pola pikir masyarakat untuk mempermudah pekerjaan, menjawab masalah masyarakat baik dari segi waktu dan tenaga, dan konsekuensi dari perkembangan teknologi yang menawarkan nilai lebih daripada apa yang ditawarkan tanpa menggunakan teknologi.


Koharndeso

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berhadapan dengan Monster

Petani Kopi Bisa Apa

Pemula Tidak Bisa Membuat Makanan Lezat?