Am I okay?
Kita pasti sudah biasa dengar pertanyaan “are you okay?” kan. Walau mungkin tidak ada yang bertanya hal itu pada kalian secara langsung, entah karena kalian emang sok kuat atau emang kalian ga punya temen, kayak penulis.. hehe.. Setidaknya pasti pernah dengar di film-film seperti film tembak-tembakan atau film tonjok-tonjokan. Ya misalnya ketika si tokoh utama habis tonjok-tonjokan sama penjahat, terus ada orang yang ngaku temen si tokoh utama ini dateng, berkata deh “are you okay?”.
Pertanyaan “are you okay?” ini emang tujuannya ingin tahu apakah target yang ditanya itu baik-baik aja atau engga. Oleh karena itu biasanya pertanyaan ini keluar ketika kayaknya orang yang ditanya ini abis melakukan hal yang membuat dia ngga baik. Meskipun kadang pertanyaan ini tuh cuma pertanyaan basa-basi yang sebenarnya ga perlu untuk dilontarkan.
Nah, untuk orang-orang kayak kita ini gimana? Ketika kita ga punya temen, ya berarti ga ada yang akan nanyain apakah kita baik-baik aja atau engga. Padahal, jarang sekali bagi insan manusia untuk menyadari apakah dirinya sedang baik atau engga. Menurut penulis, kesadaran apakah kita baik-baik aja atau engga itu penting. Kalau ngga ada yang “are you okay?”-in kita, maka kesempatan kita untuk sadar kalau kita ini lagi baik-baik atau engga baik-baik aja itu semakin kecil.
Oleh karena itu penulis di sini mau ngasih saran ke kita semua nih. Bahwa ngga harus punya temen untuk memperbesar kesadaran diri kita mengenai kita ini baik-baik aja atau engga. Kita cukup bertanya “am I okay?”. Ya kalau emang ga ada yang nanyain kita, maka kita tanya aja diri kita sendiri. Dengan begitu, ga ada lagi alasan untuk kita tidak sadar tentang kondisi kita. Karena sudah ada yang bertanya ke diri kita nih, walau ya yang bertanya itu diri kita sendiri.
Apasih “am I okay?” itu? Ya kalau kalian ga tau ini tuh apa, artinya kalau di bahasa Indonesiain jadi “apakah gue baik-baik aja?”. Mirip seperti “are you okay?” kan, cuma bedanya kalau itu yang nanya adalah orang lain ke kita, tapi kalau “am I okay?” kita nanya diri kita sendiri. Dari situ kita bisa coba sadar dengan kondisi kita deh, apakah kita lagi baik-baik aja atau engga.
So, sampe dulu sini ya.. Untuk alasan kenapa sih menyadari kita lagi baik-baik aja atau engga itu penting akan dibahas lain kali ya. Sekarang penulis lagi males. Buat nulis ini aja sebenarnya males. Terus juga nanti kayaknya akan dibuat gimana cara kita mengetahui diri kita baik-baik aja atau engga dan gimana ngebuat diri kita baik-baik aja. Tapi ngga janji sih.. kalau pun jadi ya ga tau kapan.
Mulai dari sekarang, jangan sedih yak kalau ga ada yang “are you okay?”in kalian, karena kalian bisa “am I okay”in diri kalian sendiri. Cheers..
- LAWfulneutral -

Komentar
Posting Komentar
Silakan masukan uneg-unegmu, dan lakukanlah terjun payung karna saya juga ingin terjung payung.