Salahkan Diri Sendiri


Halo teman-teman beberapa hari ini saya belum sempat nulis hal-hal yang baru karena saya sibuk (aslinya malas aja). Beberapa hari kemarin saya mendengar dari suatu radio yang memberikan suatu pesan, untuk jangan menyalahkan orang lain dan salahkan diri sendiri.

Mungkin bagi teman-teman menganggap bahwa hal ini adalah suatu yang wajar di era sekarang, seperti istilah "urusi saja urusanmu jangan urusi masalah orang lain", ya terdengar seperti orang tersebut emang tertutup untuk menerima pendapat dari orang lain dan terkesan tak peduli dengan lingkungan kehidupannya.

Tentu itu tidak benar... iya dong...., kehidupan manusia menurut penulis memang ada lingkungannya, mungkin secara besar dapat dibagi lingkungan sosial dan lingkungan privat. Segala sesuatu yang berhubungan dengan orang lain adalah lingkungan sosial, jika hubungannya adalah dengan dirinya sendiri maka hal tersebut merupakan ranah privat.

Tapi, menurut saya kedua lingkungan tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ketika teman-teman bekerja, tentu tujuannya adalah menghidupi diri teman-teman dan (mungkin) keluarga kalian, tapi di lingkungan kerja pun kalian tidak dapat seenak udel teman-teman bekerja dengan ngawur dan serampangan dong. Contoh hal yang mungkin lebih privat, mandi tentu mandi adalah privat dong, kalian boleh aja mandi selama 1 jam atau bahkan 12 jam, tapi kamar mandi yang kalian gunakan tentu tidak kamar mandi kalian saja dong, orang lain juga berhak dong.

Contoh lain, ketika kamu punya suatu yang lebih privat, misal rumah, tentu iya segala kehidupan yang ada di dalam suatu rumah merupakan pribadi, tapi tidak menjadi ngawur dan tidak mentaati peraturan yang ada di lingkungan tersebut (kecuali dalam suatu kampung atau desa kelurahan tersebut dia sendiri yang atur dan hanya ada satu rumah di tempat tersbeut, yaitu rumahnya sendiri).

Betul lingkungan privat dan lingkungan sosial tidak bisa dipisahkan. Orang tentu terikat dengan lingkungan sosial dalam menjalankan aktivitas privat sehingga dalam menjalankan aktivitas privat dipengaruhi oleh lingkungan sosial.

Sehingga gak adil dong, masak privat kalah dibanding dengan sosial. Wah sosialis dong ini?. Sebenarnya untuk mengambil simpulan yang begitu juga tidak ada dasarnya, privasi ya privasi kenapa berjual beli pivasi

Sebenarnya saya ini ngomong opo to? Gak jelas!

Judulnya aja "salahkan diri sendiri" dan jangan orang lain tapi kok malah bahas privat dan sosial. Saya juga bingung. Tolong kalo kalian paham luruskan saya soal ini.

Inti dari tulisan ini adalah tentu benar dan salah ada pertanggungjawabannya, apa alasannya menyalahkan dan apa alasannya membenarkan. Suatu hal akan adil jika perilaku membenarkan di dasarkan pada suatu hal yang benar dong, dan suatu hal akan adil jika perilaku menyalahkan di dasarkan pada suatu hal yang salah. Jika seseorang sudah tertutup maka tidak ada jalan keluar baginya untuk melihat suatu kebenaran. Sehingga tentu yang baik adalah dengan netral atau terbuka. Tidak menyalahkan siapapun dan tidak membenarkan siapapun atau apapun itu sebelum suatu hal jelas dapat dinilai benar dan salahnya.

Saya paham bahwa tulisan ini berantakan dari awal, sehingga saya siap menerima kritik dari teman-teman dapat memperbaiki tulisan saya.


Ditulis oleh: Kotetsu - "You are moving by habit. You're not making decision after watching your opponent's movements. That's why nothing's working for you. Get it? Point is, you have no foundation."

ありがとうございました。

Oke saya tahu bahwa tulisan ini berantakan, karena tujuan web ini adalah sebagai pembelajaran maka tulisan ini (mungkin) tidak akan dihapus dan silakan baca di sini untuk mengetahui letak berantakannya tulisan ini dan revisinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berhadapan dengan Monster

Petani Kopi Bisa Apa

Pemula Tidak Bisa Membuat Makanan Lezat?