Manusia Melawan Benda Asing
Bagaimana Manusia Melawan Virus?
Hampir 3 bulan dunia tengah bergelut dengan situasi pandemik virus Covid-19. Virus yang tergolong baru dan merupakan varian dari SARS corona virus ini menjadi perhatian dunia, karena berhasil menginfeksi lebih dari setarus negara di dunia dalam waktu singkat. Berbagai upaya dilakukan pemerintah dan relawan – relawan untuk menghambat dan mencegah penularan virus, seperti melakukan kampanye dirumahaja, penyemprotan desinfektan, dan berbagai dukungan terhadap petugas medis.Sahabat #dirumahaja , pada kesempatan ini penulis hendak memberikan informasi seputar bagaimana mekanisme tubuh manusia melawan infeksi virus. Sehingga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran untuk mau berpartisipasi dalam kegiatan preventif pencegahan penyebaran covid-19.
Apa itu Virus?
Virus adalah entitas makhluk yang terdiri dari materi genetik (RNA/DNA), capsid (lapisan pelindung materi genetik), dan envelope (berupa phospholipid bilayer). Ukuran virus sangat kecil, mencapai 1/100 dari ukuran bakteria (sekitar 90 – 100 nanometer). Virus tidak memiliki kemampuan untuk melakukan produksi protein sendiri, sehingga ia membutuhkan sel inang untuk melakukan replikasi. Karena komponen virus yang sangat sederhana dan virus hanya dapat aktif ketika berada dalam sel inang, maka banyak ilmuwan berbeda pendapat mengenai apakah virus adalah makhluk hidup atau bukan.Virus selain memiliki kemampuan replikasi (menghasilkan keturunan mirip seperti induknya), virus juga memiliki kemampuan untuk mutasi. Hal ini dikarenakan materi genetik virus yang tersusun dari RNA, yang memungkinkan adanya perubahan susunan protein sehingga terjadi mutasi. Mutasi memungkinkan virus untuk membentuk varian baru. Mutasi dapat terjadi karena interaksi virus dengan sel inang/host atau kondisi lingkungan. Virus yang bermutasi ini memiliki potensi yang lebih berbahaya bagi tubuh manusia, karena sistem imun tubuh manusia kesulitan mendeteksi dan semakin sulit untuk mengeliminasi virus tersebut dari tubuh manusia. Salah satu contoh virus yang sangat mudah bermutasi adalah virus HIV.
Bagaimana Virus Menginfeksi Manusia?
Virus dapat menginfeksi manusia dari berbagai cara. Yang pertama adalah transmisi antara manusia yang terinfeksi dengan manusia yang belum terinfeksi. Transmisi ini membutuhkan metode khusus, seperti adanya transfer cairan antar manusia, masuknya virus kedalam cairan tubuh, dan masuknya virus melalui udara. Hal ini dikarenakan virus tidak memiliki kemampuan gerak, virus mengandalkan fluida (zat yang mampu mengalir, seperti zat cair dan gas) untuk berpindah tempat (baik antar organisme atau antar sel).Cara yang kedua adalah transmisi antara hewan ke manusia. Virus pada umumnya memiliki karakteristik protein tertentu yang hanya mampu menginfeksi sel sel tertentu. Sehingga pada umumnya sangat sulit virus yang menginfeksi pada tumbuhan atau hewan mampu menginfeksi manusia. Namun dalam berbagai kondisi, virus dapat bermutasi dan menginfeksi manusia. Contohnya H5N1.
Cara ketiga adalah melalui pewarisan sifat. Virus yang menginfeksi manusia pada kasus tertentu mampu menginfeksi sel sel gamet. Sehingga ketika terjadi fertilisasi, zigot yang terbentuk membawa materi genetik virus tersebut. Akibatnya keturunannya memiliki kecenderungan besar terinveksi virus.
Apa yang dilakukan virus ketika masuk ke dalam tubuh manusia?
Virus yang masuk ke dalam tubuh manusia akan mencari sel host untuk melakukan replikasi. Sel host tersebut bersifat spesifik, bergantung pada jenis protein yang dimiliki virus yang memungkinkan terjadinya replikasi. Salah satu contohnya adalah virus HIV yang hanya menarget sel sel imun untuk melakukan replikasi. Virus yang telah bereplikasi akan menghasilkan virion baru yang jumlahnya sangat banyak dan akan menginfeksi sel lainnya.
Selain langsung melakukan replikasi, virus juga mampu menginfiltrasi sel manusia untuk meleburkan materi genetiknya ke dalam sel tersebut. Sehingga ketika sel tersebut membelah diri, materi genetik virus akan otomatis bereplikasi. Hingga pada suatu titik tertentu sel-sel yang telah terinfeksi dan membelah diri tersebut menghasilkan virion-virion baru dan terjadi infeksi virus. Virus yang demikian disebut retrovirus, salah satu contohnya adalah virus HIV.
Sel – sel tubuh manusia yang telah terinfeksi oleh virus, akan diambil alih oleh virus. Virus akan melebukan RNA nya dengan DNA sel inang. Ketika RNA virus menggunakan protein dalam sel untuk menciptakan virion baru, maka sel – sel inang tersebut akan mati (tidak dapat menjalankan fungsinya). Namun dalam beberapa kondisi, peleburan materi genetik virus dalam sel inang tidak memberikan pengaruh pada fungsi sel inang. Namun sel inang tersebut akan berperan sebagai carrier dan ketika terjadi pembelahan sel, hasil pembelahan sel tersebut sama – sama mengandung materi genetik virus. Hingga pada suatu kondisi (seperti imun tubuh rendah, suhu lingkungan berubah, tubuh mencapai suhu tertentu, dsb) terbentuk virion-virion pada sel – sel carrier dan terjadilah infeksi virus.
Bagaimana respon imun tubuh melawan Virus?
Tubuh manusia memiliki sistem kekebalan alamiah untuk memerangi patogen (zat berbahaya), termasuk virus yang disebut dengan sistem imun tubuh. Tubuh manusia dilengkapi dengan perangkat sistem imun. Sistem imun bekerja dengan menghasilkan sel – sel imun, berupa antibodi maupun T-cell. Sistem imun akan mendeteksi zat-zat yang masuk ke dalam tubuh. Ketika ditemukan zat yang dianggap berbahaya (zat yang dianggap berbahaya itu disebut antigen), sistem imun akan memproduksi antibodi untuk menarget antigen tersebut.
Ketika virus masuk ke dalam tubuh manusia, ada dua respon yang terjadi.
Pertama, jika tubuh pernah terinfeksi virus tersebut sebelumnya, atau telah melakukan vaksinasi, sistem imun akan memproduksi antibodi untuk melawan virus. Sehingga kita terhindar dari infeksi virus.
Kedua, jika tubuh kita belum pernah terinveksi virus tersebut sebelumnya atau virus yang menginfeksi merupakan mutasi dari virus yang sebelumnya, maka sistem imun akan memproduksi antibodi baru untuk melawan virus tersebut. Hal ini membutuhkan banyak energi.
Tubuh membutuhkan energi untuk melangsungkan metabolisme seperti ketika kita bergerak, berpikir, dan bekerja. Sama halnya fungsi tubuh, sistem imun dalam tubuh manusia juga membutuhkan banyak energi untuk memerangi patogen – patogen yang masuk dalam tubuh manusia. Memberikan suplai energi dari makanan dan pola hidup sehat menjadi penunjang utama dalam menjaga tubuh sehat dan membantu sistem imun melawan berbagai patogen yang masuk ke dalam tubuh.
Apa yang dapat dilakukan untuk menghambat dan mencegah dari infeksi virus?
Dalam masa pandemik seperti saat ini, pencegahan adalah upaya yang terbaik dalam menghindari terjangkitnya virus. Seperti yang telah kita ketahui dari berbagai media, virus Covid-19 memiliki kemampuan transmisi yang sangat tinggi. Selain melalui sentuhan, virus Covid-19 mampu bertahan dalam berbagai benda dan dinilai mampu menyebar melalui udara (airborne). Berikut penulis rangkum dari berbagai himbauan yang telah disosialisasikan oleh tenaga ahli dan pemerintah yang dapat kita terapkan untuk mencegah infeksi virus :
- Memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Seperti yang telah kita ulas sebelumnya, alamiahnya sistem imun tubuh kita akan memproduksi sel – sel imun untuk memproteksi tubuh dan melawan serangan virus. Sistem imun tubuh akan dapat bekerja optimal ketika mendapat nutrisi yang cukup.
- Membatasi interaksi. Membatasi interaksi juga mampu mengurangi potensi transmisi virus dari manusia yang terinfeksi ke manusia yang sehat.
- Melakukan kampanye pencegahan dan pola hidup sehat.
- Mematuhi arahan yang telah diberikan oleh pemerintah atau pihak ahli dalam upaya pencegahan terhadap virus.
- Memberikan support terhadap tenaga profesional. Tenaga profesional adalah garda terdepan yang memerangi virus secara langsung. Tentunya kita tidak ingin mereka mengalami infeksi karena kelelahan, kekurangan asupan, dan dukungan (baik material maupun non material). Oleh karenanya akan sangat bijak jika kita ikut serta dalam upaya mendukung tenaga profesional dalam pencegahan covid-19
Konklusi
Penyebaran virus korona merupakan fenomena yang sangat memberatkan bagi setiap orang. Terlebih lagi bagi umat Islam, yang sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan. Dalam kondisi pandemik, menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh menjadi prioritas karena memberikan dampak yang positif, baik bagi kesehatan diri, kesehatan lingkungan, dan membantu tenaga medis. Menjaga kesehatan dan upaya pencegahan adalah hal yang utama, dengan demikian kita mampu mengurangi beban tenaga profesional dalam menangani penyebaran virus dan pengobatan mereka yang terdampak.Demikian yang dapat penulis ulas dari virus dan upaya manusia dalam melawan virus. Semoga tulisan ini memberikan inspirasi dan memberikan semangat untuk senantiasa mendorong gerakan – gerakan pencegahan virus covid-19. Semoga kita senantiasa dilimpahkan kesehatan. Terima kasih.
-Mera Viola-
Daftar pustaka :
Uecker, Hildegard dan Barbora Trubenova. 2019. "A Glimpse into the world of Human Viruses. http://web.evolbio.mpg.de/~uecker/article_virus_final.pdf
Parrish, COlin dkk. 2008. Cross-Species Virus Transmission and the Emerge of New Epidemic Diseases. "Microbiology and molecular biology review volume 73 no.3"
https://mmbr.asm.org/content/mmbr/72/3/457.full.pdf
Streblow, Daniel. Introduction to Human Viruses. “Global Prespectives in Health”
http://www.eolss.net/Eolss-sampleAllChapter.aspx




Komentar
Posting Komentar
Silakan masukan uneg-unegmu, dan lakukanlah terjun payung karna saya juga ingin terjung payung.