Perilaku Anak Mengejutkan Kita, Bagaimana Meresponnya? (Bagian 2)
Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya. Belum baca? Klik disini Bunda, pada bagian pertama kita telah mengetahui bahwa si kecil bisa memelajari perilaku dari media sosial, lingkungan pertemanannya, dan lembaga pendidikan. Baik perilaku yang bernilai positif, seperti membuang sampah pada tempatnya, atau merapikan tempat tidur sendiri. Maupun yang bernilai negatif, seperti sering mengolok-olok temannya atau ikut berkelahi. Pada dasarnya dengan memahami dari mana anak belajar perilaku tersebut akan membantu kita memahami seberapa kuat perilaku tersebut akan bertahan pada diri anak. Namun respon yang kita berikan, terkadang mampu memperkuat atau memperlemah perilaku anak. Tentu saja Bunda tidak ingin dong perilaku buruk anak yang berkembang, kita tidak ingin anak semakin sering berkelahi atau mengolok-olok temannya. Pernah kah bunda mengomel dengan harapan anak berhenti berkelahi atau mengolok-olok temannya, tetapi yang terjadi justru sebaliknya : Anak menjadi semakin ber...