Mengenali Kemampuan Anak

Pembelajaran untuk Anak


Dewasa ini pendidikan mengembangkan berbagai jenis model pembelajaran untuk mampu mengembangkan potensi siswa. Salah satu bentuknya adalah pengembangan peminatan yang lebih awal, pengembangan jurusan di sekolah kejuruan, dan berbagai metode pembelajaran yang ditawarkan. Hal ini disadari bahwa siswa memiliki multiple talent dan memiliki kecenderungan untuk ingin mengembangkan bakatnya. Di Indonesia, sistem pendidikan yang ada memang belum mampu memberikan ruang untuk pengembangan tersebut, namun masih memberikan kesempatan siswa untuk berkembang melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

Pengembangan bakat dan kemampuan siswa tidak terlepas dari pengaruh orang tua. Orang tua bisa menjadi pendukung atau malah menjadi penghambat perkembangan siswa. Yang cukup menjadi sorotan penulis adalah masih maraknya orang tua yang cenderung memaksakan kehendaknya daripada mendengarkan harapan dan keinginan sang anak. Bentuknya bisa bermacam macam, seperti memaksakan kursus, malarang anak untuk mengembangkan hobinya, atau menekan anak agar selalu mendapatkan nilai diatas 90. Fenomena-fenomena ini tidak mesti bernilai buruk atau mengindikasikan orang tua yang memaksakan kehendaknya kepada anak, tetapi kecenderungan orang tua yang memaksakan pendapatnya melakukan itu.

Oleh karenanya dalam pembahasan kali ini penulis akan memaparkan langkah-langkah yang dapat digunakan untuk mengenali kemampuan anak. Dengan harapan orang tua mampu bersikap bijak dalam menyikapi kemampuan, harapan dan keinginan anak, sehingga orang tua bisa mengambil langkah langkah terbaik untuk mendukung putra-putrinya.
Ilustrasi anak-anak yang sedang bermain. Ada alat musik, ada palet cat dan ada bola. Rosi gadis kecil yang lugu itu bingung memilih untuk bermain yang mana. Sedangkan dibelakannya tampak Andre sedang berlarian menggunakan jaketnya sebagai jubah berlagak seperti Super Hero dan Rino yang sedang bermain dengan Dominator merasa dirinya seorang detektif handal yang sudah banyak mengatasi berbagai persoalan. - Ilustrasi oleh Ghon disunting oleh Tim Baka.

1. Pengertian kemampuan atau kecerdasan anak

Kemampuan atau kecerdasan dapat diartikan sebagai kemampuan anak dalam upaya menyelesaikan permasalahannya. Sehingga anak dikatakan mampu atau cerdas adalah ketika ia dapat menyelesaikan dengan mandiri persoalan yang dihadapi. Contohlah anak menginginkan mainan, karena orang tuanya tidak membelikannya mainan, ia mencari dan membuat mainanya sendiri atau ia menabung sendiri agar mampu membeli mainannya. Bentuk perilaku anak berbeda-beda dalam menunjukkan kecerdasarnnya, namun adanya kemauan dan usaha untuk memenuhi sendiri kebutuhannya adalah salah satu bentuk kecerdasan dari seorang anak. Kemampuan atau kecerdasan berdasarkan pendapat Howard Gardner terdiri dari 8 jenis, mulai dari kemampuan berbahasa, kemampuan berhitung dan abstraksi, kemampuan spasial, kemampuan suara, kemampuan kinestetik, kemampuan pengamatan alam, kemampuan interpersonal, dan kemampuan intrapersonal.

2. Mengenali kemampuan anak

Pengembangan klasifikasi kecerdasan Howard Gardner menunjukkan bahwa anak memiliki berbagai potensi kecerdasan dan kemampuan yang dapat dikembangkan. Anak yang nilai akademisnya buruk bukan berarti ia tidak cerdas, tidak berbakat, atau bodoh, bisa jadi anak memiliki kemampuan lebih dibidang seni, musik, kinestetik, atau berbahasa. Untuk memahami dan mengenali kecerdasan anak, bisa dilakukan beberapa langkah berikut :

a. Memahami teori perkembangan anak

Anak berkembang dalam tahapan-tahapan tertentu, anak balita cenderung berbeda dengan anak TK, begitu pula dengan anak SD. Memahami teori perkembangan anak akan membentu sejak kapan anak sudah dapat dinilai dan diberikan evaluasi. Dinilai disini yang dimaksud adalah dilihat kecenderungan bakat, minat, dan kemampuannya yang menonjol. Ada beberapa banyak versi dari teori perkembangan tentang kapan anak dapat dinilai tersebut, namun menurut penulis anak usia kelas 4-6 SD sudah dapat dilihat kecenderungannya. Sehingga orang tua tidak perlu heran jika antara kelas 1-3 atau bahkan kelas 1 – 5 anak belum menunjukkan kecenderungan minat dan bakatnya karena anak masih dalam masa-masa eksplorasi.

Pada tahapan awal ini yang bisa diberikan orang tua adalah memberikan stimulus-stimulus kegiatan yang berkaitan dengan 8 kecerdasan tersebut dan mengamati perkembangan anak. salah satu referensi yang bisa dicoba adalah dengan memberikan aktivitas-aktivitas hobi yang disukai oleh orang tua, contoh orang tua suka sepak bola, coba anak diajak untuk bermain bola, apakah dia merasa nyaman, merasa tertantang, apakah ia mudah berkembang dengan sepak bola. Atau kalau orang tua punya hobi musik, boleh anak diajak untuk mendengarkan musik, melihat orang tuanya bermain alat musik atau bahkan mengajak anak menyanyi dan mencoba alat musik.

Pada usia usia awal, anak anak perlu banyak bereksplorasi untuk mengetahui kecenderungan bakat, dan minatnya, hal ini juga akan menjadi pengalaman bagus bagi anak untuk mengenal berbagai hobi. Yang tidak kalah penting adalah memberikan edukasi terhadap cita-cita dan jenis jenis karir. Orang tua tidak harus menjelaskan apa itu dokter, apa itu guru dengan detail, hanya cukup menunjukkan ada guru, ada dokter, ada polisi, ada perawat, dan lain sebagainya. Contohnya orang tua menunjukkan guru adalah orang yang mengajari siswa, dokter adalah orang yang mengobati orang sakit, dan lain sebagainya. Hal ini penting agar anak memiliki gambaran keterhubungan bakat dan minatnya terhadap apa yang ingin ia lakukan kelak.

Ilustrasi pengembangan bakat anak

b. Memahami perkembangan anak

Meskipun orang tua memberikan kesempatan agar anak bereksplorasi, anak dalam waktu dekat akan menunjukkan kecenderungan minatnya. Ketika anak sudah menunjukkan kecenderungan minatnya amati setiap kegiatannya, proses dalam menjalankan aktivitas yang dia minati, dan output-output dari kegiatan yang ia minati. Disini orang tua bisa melakukan intervensi, pembimbingan, dan dukungan terhadap anak. Yang menjadi titik tekan orang tua adalah keseimbangan dan dampak positif dari kegiatan anak. Anak yang suka musik tetapi sangat benci bahasa sampai ogah-ogahan belajar bahasa, perlu mendapatkan pendampingan untuk menyeimbangkan kemampuan berbahasa dan bermusiknya. Contoh lainnya adalah ketika anak memiliki minat di bidang bela diri tetapi ia mudah marah dan berkelahi dengan temannya, maka orang tua bisa membantu mendampingi mengontrol emosinya. Keseimbangan dan dampak positif ini sangat penting agar bakat, minat, dan kemampuan anak tersalurkan dengan baik.

c. Memahami alasan anak beraktifitas atau mengembangkan minatnya

Semakin umur anak bertambah, semakin sedikit kegiatan yang dia minati dan cenderung dia kembangkan. Sebelum orang tua memfokusi untuk membantu mereka, akan lebih baik ketika orang tua bedialog terlebih dahulu apa motivasi mereka berkegiatan tersebut. Ada anak yang sekedar hobby, tetapi ada anak yang pingin mengembangkan hingga besar nanti. Orang tua tentunya akan memprioritaskan kegiatan yang diinginkan untuk dikerjakan dalam jangka waktu panjang oleh sang anak. Namun jika sang anak masih belum memiliki gambaran yang jelas atau motivasinya hanya berupa aktualisasi, bentuk dukungan orang tua adalah tetap mendampingi agar berkegiatan secara seimbang dan berkegiatan secara positif.

d. Memahami cita-cita dan keinginan bidang karir anak

Ketika anak anak sudah memasuki masa-masa remaja, terlebih lagi memasuki masa SMA, kesadaran terhadap karir sudah mulai muncul dalam benak mereka. kita bisa mulai membicarakan dengan anak akan berkarir di bidang apa dan bersekolah dimana. Jika anak masih belum memiliki kecenderungan, orang tua bisa membantunya mencarikan referensi-referensi jalur karir atau memberikan kesempatan bagi mereka untuk memilih, berkonsultasi, dan menentukan pilihan mereka.


Mengenali dan mendukung kemampuan anak bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Namun dengan melakukan hal tersebut orang tua mampu lebih mengenal anak, mampu memberikan dukungan yang terbaik bagi anak bukan malah menekan anak. upaya memahami kemampuan anak adalah dengan memberikan kesempatan anak untuk bereksplorasi, adanya kecenderungan minat akan menunjukkan kecenderungan kemampuan yang dia miliki. Semakin remaja anak, semakin sedikit yang ia fokusi hal ini karena ia sadar bahwa kemampuannya terbatas untuk mengembangkan seluruh kemampuannya. Namun perlu diperhatikan bagi orang tua bahwa terkadang ada anak yang memiliki lebih dari satu kemampuan, kemampuan satu bersinar dan kemampuan lainnya bersinar, yang pelu diperhatikan adalah seberapa lama anak tahan mengembangkan kemampuan tesebut. Ketika anak cenderung berganti-ganti kegiatan/hobi padahal ia memiliki bakat di bidang itu, orang tua harus memahami penyebabnya. Terkadang penyebabnya bukan anak yang ingin eksplorasi, tetapi anak yang tertahan ketika menghadapi masalah tertentu. Orang tua perlu mendampingi anak untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah atau ketahanan dalam menghadapi masalah anak.

Semoga tulisan ini mampu membantu orang tua yang sedang resah dengan kemampuan anaknya dan bagaimana cara mendukung mereka atau membantu bagi rekan rekan yang nantinya akan mengasuh anak dan merawat anak. Semoga kita tidak salah dalam mendidik anak sehingga anak bisa menjadi generasi penerus yang gemerlang.


Penulis : MeraViola - Seseorang yang berusaha menulis untuk berbagi ide dan semoga dapat memberikan manfaat bagi pembaca. "I do not know everything, but I will Share Everything I Know"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berhadapan dengan Monster

Petani Kopi Bisa Apa

Pemula Tidak Bisa Membuat Makanan Lezat?