Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendidikan Anak

Perilaku Anak Mengejutkan Kita, Bagaimana Meresponnya? (Bagian 2)

Gambar
Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya. Belum baca? Klik disini Bunda, pada bagian pertama kita telah mengetahui bahwa si kecil bisa memelajari perilaku dari media sosial, lingkungan pertemanannya, dan lembaga pendidikan. Baik perilaku yang bernilai positif, seperti membuang sampah pada tempatnya, atau merapikan tempat tidur sendiri. Maupun yang bernilai negatif, seperti sering mengolok-olok temannya atau ikut berkelahi. Pada dasarnya dengan memahami dari mana anak belajar perilaku tersebut akan membantu kita memahami seberapa kuat perilaku tersebut akan bertahan pada diri anak. Namun respon yang kita berikan, terkadang mampu memperkuat atau memperlemah perilaku anak. Tentu saja Bunda tidak ingin dong perilaku buruk anak yang berkembang, kita tidak ingin anak semakin sering berkelahi atau mengolok-olok temannya. Pernah kah bunda mengomel dengan harapan anak berhenti berkelahi atau mengolok-olok temannya, tetapi yang terjadi justru sebaliknya : Anak menjadi semakin ber...

Perilaku Anak Mengejutkan Kita, Bagaimana Meresponnya? (Bagian 1)

Gambar
Bunda, pernah kah kaget kalau si kecil tiba-tiba berperilaku di luar apa yang kita bayangkan? Bahkan bisa jadi kita tidak pernah mengenalkan atau mengajari si kecil berperilaku demikian. Baik perilaku yang bersifat positif maupun negatif. Contohnya : si kecil tiba-tiba suka berkata kasar, si kecil mulai suka merusak tanaman, si kecil tiba-tiba membantu membersihkan rumah padahal biasanya tidak mau, atau si kecil tiba-tiba menabung.   Dalam benak kita tentu ada pertanyaan, “Dari mana Adik belajar perilaku seperti itu ya?” atau bahkan muncul kekhawatiran dan ketakutan bahwa si kecil akan menjadi anak yang bandel. Selain itu ketika kita mencoba merespon, yang terjadi lebih di luar ekspektasi kita. Perilaku bandel anak semakin menjadi-jadi atau perilaku baik anak tiba-tiba tidak lagi muncul. Mengapa demikian? Untuk menjawab pertanyaan tadi, Bunda perlu memahami dari mana saja anak belajar mengenai perilaku tersebut. Dengan memahami sumber perilaku tersebut diharapkan mampu membantu k...

Si Kecil dan Teman Sepermainan

Gambar
Dampak Bermain dengan Teman Sepermainan Sebagai bagian dari manusia yang memiliki sifat bersosialisasi, anak pun akan membentuk atau mengikuti jaringan pertemanan yang dianggapnya nyaman. Semakin bertambahnya umur, jangkauan pertemanannya semakin luas. Anak mengenal beragam karakter, beragam sifat, bahkan beragam gaya hidup dari teman-temannya. Tidak hanya terbatas pada teman sebaya, kakak kelas yang lebih tua tetapi sering memainkan permainan yang sama juga bisa menjadi lingkar jaringan pertemanan anak. Sebagai orang tua, tentu kondisi ini memunculkan rasa khawatir. Terlebih lagi ketika anak usia sekolah ( 6 – 12 tahun ), kemampuan mempertimbangkan perilakunya masih minim, mereka cenderung mudah kagum dan meniru sosok yang dianggapnya hebat, baik dari teman sepermainannya maupun tokoh idolanya. Dengan begitu, tidak dimungkiri anak mungkin akan menirukan perilaku yang kurang baik. Diantaranya adalah munculnya perilaku memberontak dari anak, kurang disiplin, lalai terhadap kewajibannya...

Tetap Seru Selama di Rumah

Gambar
Permainan Anak yang Seru Selama Di Rumah Saja Adanya potensi pandemik yang masih berlangsung cukup lama berkonsekuensi untuk memperpanjang program Psyical Distancing . Yaitu upaya membatasi aktivitas di luar rumah dan mengoptimalkan kegiatan selama di rumah saja. Adanya program perpanjangan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) menunjukkan bahwa krisis pandemi masih jauh dari kata aman. Kondisi ini mengharuskan kita untuk bisa beradaptasi, baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, kerja, maupun bermain. Permainan seru yang biasa dimainkan anak-anak di luar rumah menjadi terbatas karena adanya pembatasan tersebut. Akibatnya dengan adanya perkembangan teknologi, banyak anak yang mulai beralih untuk bermain gawai (gadget) . Sistem multiplayer dan realtime memungkinkan anak untuk tetap bisa bermain dengan teman-temanya meskipun tidak bertemu langsung.  Beragamnya dan mudahnya permainan-permainan yang ada di gawai, membuat hari-hari anak selama di rumah saja menjadi lebih ceria. Nam...

Si Kecil Bohong?

Gambar
Ketika Anak Mulai Tidak Terbuka dan Berbohong Halo Bunda, bagaima kabar si kecil hari ini? Semoga tetap sehat selalu ya selama masa pandemi ini. Kali ini penulis ingin berbagi cerita tentang si kecil dengan bunda. Kejadiannya sudah cukup lama sekali, tetapi masih menggelitik untuk dibahas, karena penulis menilai bahwa tidak hanya penulis saja yang mengalami hal ini, tetapi bisa juga Bunda di rumah pernah atau sedang menghadapi kondisi yang serupa. Ceritanya pada suatu malam penulis menjumpai salah satu anak asuh penulis, sebut saja namanya Dede, setelah bermain dengan teman-temannya yang memiliki usia lebih tua dari dia, tiba-tiba diam dan raut mukanya menjadi suram. Tentu dong, reflek pertama yang terlintas adalah pasti ada kejadian yang tidak beres ini dalam sesi bermainnya. Akhirnya penulis berusaha mendatangi dan mengajak ngobrol, tetapi Dede tidak mau cerita. Kejadian ini berlangsung beberapa kali, hingga akhirnya muncullah inisiatif untuk bertanya pada teman-temannya mengapa kok...

Kegiatan Bersama Si Kecil ketika Masa Pandemik

Gambar
Pandemik Situasi pandemik saat ini, tentu sering sekali kita merasa jenuh atau bahkan tidak nyaman untuk berada di rumah saja. Pingin sekali rasanya kita keluar, nongkrong dengan teman-teman, refreshing ke taman bermain atau tempat rekreasi, atau sekedar hunting foto-foto di taman untuk di upload di sosial media. Terlebih lagi bagi yang suka traveling, hang out bersama teman-teman di cafe, atau berbelanja di mall atau pasar tradisional, bagi mereka kondisi pandemik ini mereka akan merasa terkungkung karena tidak bisa menyalurkan apa yang ia sukai. Selain itu, situasi pandemik ini memberikan dampak yang cukup signifikan bagi ekonomi banyak orang. Sedih, khawatir, jenuh dan berbagai perasaan lainnya muncul. Ternyata perasaan ini tidak hanya muncul bagi orang dewasa, tetapi juga muncul pada anak-anak. Si Kecil mungkin tidak tahu harus bersikap bagaimana dalam situasi yang mengharuskannya berada di rumah, senantiasa mencuci tangan dan memakai masker, atau bahkan membatasi permainan mere...

Mengenali Kemampuan Anak

Gambar
Pembelajaran untuk Anak Dewasa ini pendidikan mengembangkan berbagai jenis model pembelajaran untuk mampu mengembangkan potensi siswa. Salah satu bentuknya adalah pengembangan peminatan yang lebih awal, pengembangan jurusan di sekolah kejuruan, dan berbagai metode pembelajaran yang ditawarkan. Hal ini disadari bahwa siswa memiliki multiple talent dan memiliki kecenderungan untuk ingin mengembangkan bakatnya. Di Indonesia, sistem pendidikan yang ada memang belum mampu memberikan ruang untuk pengembangan tersebut, namun masih memberikan kesempatan siswa untuk berkembang melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Pengembangan bakat dan kemampuan siswa tidak terlepas dari pengaruh orang tua. Orang tua bisa menjadi pendukung atau malah menjadi penghambat perkembangan siswa. Yang cukup menjadi sorotan penulis adalah masih maraknya orang tua yang cenderung memaksakan kehendaknya daripada mendengarkan harapan dan keinginan sang anak. Bentuknya bisa bermacam macam, seperti memaksakan kursu...